Budaya Jawa dari dulu emang udah ngakar banget di Indonesia. Misalnya di kota kita, da yang ngegemparin sean...........tero negeri!!!!! yaitu...: "jangka jaya baya"
JB bersumber dari Kitab Ashar karangan Sunan Giri Perapen (Sunan Giri ke-3) yang ditulisnya pada tahun saka 1540=1028=1618M, hanua selisih 5 tahun dengan seleseinya buku paraton yang ditulis di Bali PADA TAHUN 1533 Saka. So...........penulisan sumber ini sudah sejak zamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (1613-1645).
Ni sedikit Kutipan "jangka jaya baya"!!!!
1. "Besuk yen wis ono kreto mlaku tanpo turonggono, tanah Jawa kalungan wesi, perahu mlaku ing awang - awang, kali podho ilang kedunge, pasar ilang kemandangane, iko tondo yen tekane Jaman Djoyoboyo wis cedak.
2. Bumi saya suwe saya mengkeret, sekilan bumi dipajeki, jaran doyan sambel, kreto roda papat setugel. Wong wadon nganggo pakaian lanang, iki bakal yen nemoni wolak - walike jaman..
3. Akeh janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahedewe. Manungso podo seneng nyalah. Tan nindakake hukume Alloh. Barang jahat diangkat - angkat, barang suci dibeci.
4. Akeh manungso ngutamaakereal, lali karo manungsane, lali karo kebecikan, lali sanak lali kadhang. Akeh bapak lali anak, sedulr podho cidro, keluarga podho curigo, konco dadi mungsuh,. Manungso lali asale.
5. Ukuman ratu ora adil. Akeh pangkat kang jahat jahil. Kelakuan podho ganjil, wong kang apik podho kepencil. Makaryo apik manungso isin, luwi utomo ngapusi.
6. Wega makaryo kepingin urip koyo rojo. Ngumbar nafsu angkara murkaanggedekake duroko. Wong bener tenger -tenger, wong salah bungah - bungah. Wong apik ditampik, wog jahat unggah pangkat.
7. Wong agung kesinggung, wong ala dipujo - pujo, wong wadon ilang wadone, ilang wirange. Wong lanang ilang lanange, ilang kaprawirane.
Tu dia sedikit kutipan jangka jaya baya yang bua........guss bener tuk dimengerti. So.....,jangan ragu buat pelajarinya, buat intropeksi gar bangsa kita lebih baik. Bangga kan klo punya bangsa bermoral, masa nggak!????
FRIENDSHIP
Nyanyian lirik vektor terus mengalun
Melodi naik turun memaksa
Inderaku melayari gelombang transversal
Kosong..........
Implusku hanya mengirim itu
Kosong..........
Lagi -lagi kosong
Makhluk disampingku pun
Tak meninggalkan bayangya
Angka empat terbalik di sampingku
Hanya memikul udara panas
Kosong.........
Pikiranku, karibku, menggores batinku
Bukan inginku mengucapkan isi yang berarti
Memintal kosong..........
Mungkin nanti yang takkan tersenyum
Asaku kan hadirku
Tuk mengisi
Yang kosong........
Apa yang membuat
Kaki kita diikat benalu
Bicara disumbat angin
Pandangan pun dipenjara jeruji besi
Ketenangan yang kubara
Serasa hampa
Pergi saja kau bisa !!!!!!!!!
Jangan........aku mau hawa ini
Mengombak sungai
Dan kau tetap di tempat
Waktu yang sekarang ini
Tak lebih timbangan bungsu
Kau menerpa rinduku
Namun apa ??????
Mantra yang kau hembus
Hingga lilin padat meleleh
Tanpa panas
Semboyan di atas menginspirasikanku buat ngejalanin hidup gar lebih hidup. Bersatu ..........Kata itu sangat sarat akan makna. Dulu para pendahulu kita di jaman penjajahan telah membuktikan kalau persatuan adalah senjata paling ampuh dalam mencapai tujuan, yaitu kemerdekaan. Kini berpuluh - puluh tahun kemudian apa salahnya aku sebagai generasi penerus menerapkan metode yang sama dengan para sesepuh kita itu. Bukannya menjalin persatuan dengan ikutan perang...........tapi.......menjalin persatuan sesama generasi muda ataupun lintas generasi untuk mencapai tujuan kita, yaitu prestasi yang gemilang!!!!!!!!!!!!!
dalam kehidupan sehari - hari akhlakatau budi mempunyaim peranan penting bagi manusia di mana pun mereka berada. "tagak rumah karena sendi, runtuh sendi rumah binasa. Tegak bangsa karena budi, rusak budi bangsa binasa." dari pepatah tersbut kita bisa mengerti peranan penting dara akhlak yang mulia.
Sayangnya, sekarang ni orang - orang sudah mulai melupakan betapa pentingnya akhlak yang mulia.
aku berjalan di tepian hari
meniti segala mimpi rajutan hati
pula mencari hakikat diri
pada apa aku bertumpu
atas segala lara yang menyatu
kala ku mencari bayangku
aku berlari sebagai siapa
kala bimbang memuncak di gunung sepi
dan cermin hati menampakkan beribu bayang
meski tlah kucoba hentikan putaran bayang
ia tetap saja berputar dan berganti
menjadi sosok - sosk bayang yang tak juga kupahami
aku pun berziarah kerongga - rongga hatiku
tuk mencari kebenaran hakiki tentang jati diriku
namun smua tetap saja semu
aku pulang kembali ke ujung hari
bersama gelisah geluti diri
hingga aku pun terasingi
adakalanya kita suka mnunda menyeleseikan sebuah permasalahan ataupun pekerjaan. biasanya kita akan berkata,"ah masih ada hari esok". Padahal kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi kesokan harinya.Bagaimana klo ternyata ada pekerjaan atau maslah lainnya yang sedang menunggu. Suah pesti beban yang harus kita sleseikan bertamah banyak. Secara tidak sadar hal ini sering terjadi karena kita acap kali lupa bahwa hari esok itu dimulai dari hari ini.
Makanya, ada baiknya kita merencanakan sesuatu dari jauh hari.Ada baiknya membuat rencna bagi masa depan sdini mungkikarena kita tidak mempunyai waktu banyak untuk mempersiapkan drii agar smua bisa terwujud sehinggga tidak aa penyasalan di kemudian hari. Masa depan itu kita mulai hari ini
